Nasi Lesah Makanan Khas Magelang



Di Kabupaten Magelang terdapat satu menu kuliner yang bernama nasi lesah. Nasi yang terdiri campuran sayur sayuran disiram perpaduan kuah kaldu ayam dan santan. Menu kuliner yang hampir sama dengan soto tersebut sekarang ini susah untuk ditemukan.

Nasi lesah, begitulah namanya. Tidak banyak orang yang tahu tentang menu kuliner khas Magelang ini, bahkan orang Magelang sendiri. Penjualnya pun sekarang ini bisa dihitung dengan jari. Namun, menu kuliner yang terkenal lezat dan murah ini dapat ditemukan di Desa Tanjungsari, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.


seporsi nasi lesah (google image)

Secara sekilas, nasi lesah hampir mirip dengan soto. Yang membedakan, terletak pada kuahnya. Nasi lesah menggunakan kuah campuran santan. Selain itu jika anda membeli soto pasti disajikan dalam mangkok. Namun nasi lesah cukup disajikan dalam piring.

Salah satu pembeli, Ambarwati mengaku  walau kuahnya terlihat keruh karena ada santannya, rasa nasi lesah cukup gurih. Meski terdapat santan rasanya pun tidak eneg.

Penjual nasi lesah, Sulimah mengaku sudah sepuluh tahun menjual nasi lesah ini. Nenek enam cucu in hanya meneruskan tradisi keluarga yang telah berpuluh tahun menjual menu kuliner khas Magelang ini.

Proses penyajian nasi lesah ini pun sangat sederhana. Pertama, nasi  putih dicampur dengan irisan kubis, wortel, daun seledri serta kecambah. Selanjutnya, nasi lesah disiram kuah santan kaldu dan nasi lesah pun siap dihidangkan.

Untuk satu porsi nasi lesah ini sangat terjangkau yakni enam ribu rupiah saja. Warung buka mulai dari pukul 07.00 hingga 15.00 sore. Setiap harinya warung ini mampu menjual 50 porsi nasi lesah. Nah, jika anda sedang melintas di Magelang tak ada salahnya untuk mampir menikmati nasi lesah.

Sumber 

Tahu Kupat Pak Pangat


MAGELANG SELATAN - Banyak warga dalam kota maupun luar kota mengatakan, kupat tahu Pak Pangat merupakan makanan khas Magelang. Pasalnya, sang pemilik, Supangat telah berjualan kupat tahu lebih dari 20 tahun yang lalu, yakni semenjak tahun 1989 silam.


Kepada seputar magelang, Ranto, salah seorang anak kedua Supangat dan merupakan generasi penerus,  menjelaskan, ayahnya memang sudah berjualan kupat tahu mulai tahun 1989. Kala itu sang ayah masih menggunakan gerobak keliling. "Bapak mulai berjualan itu tahun 1989, saat itu masih menggunakan gerobak dorong mengelilingi kampung-kampung," tutur Ranto yang juga ikut mengelola kedai ayahnya ini.


Sukses, dari gerobak menjadi warung semi permanen. Saat ini warung kupat tahu pak Pangat ini telah berubah menjadi warung makan permanen yang lebih rapi. Bahkan sudah terdapat 3 cabang. Kedai pertama di jalan Senopati dikelola anak keduanya bernama Karno, kedai kedua juga dijalan senopati (200 meter dari RS Harapan) yang dikelola oleh anak pertama bernama Karni, kemudian kedai ketiga terletak dijalan A Yani Kedungsari yang dikelola oleh seorang saudaranya.


Warung ini memang selalu ramai. Apalagi jika saat jam makan siang tiba. "Ramainya itu saat jam makan siang, antara jam 11 hingga jam 2 siang, dijamin selalu penuh dengan pengunjung," tutur warga Ngaglik, Kelurahan Jurangombo utara ini.


Apa Rahasianya? 


Ketika ditanya racikan seperti apa yang membedakan dengan kupat tahu lain, Karno mengatakan, yang membedakan kupat tahu racikan Pak Pangat dengan kupat tahu lainnya adalah pada bahan-bahan dan cara meraciknya. "Untuk kacang tanah yang digunakan sebagai bumbu kacang dalam 1 porsi, bapak memberikan 3x lebih banyak dibanding di tempat-tempat lain, sehingga rasanya lebih gurih dan mantep. Kemudian bumbu-bumbu  juga diuleg langsung dipiring sehingga tidak ada bumbu yang tertinggal di cobek, kemudian soal rasa yang khas, mungkin dikecapnya, soalnya kecap ini racikan sendiri menjadi rasanya sangat khas dan berbeda dengan kecap yang ada di pasaran," tuturnya kemarin.


Seputar magelang pun berkesempatan mencicipi makanan ini. Seporsi kupat tahu disini cukup komplit dibanding kupat tahu di tempat lain yang hanya berisi ketupat dan tahu saja. Pak Pangat melengkapi kupat tahunya dengan potongan bakwan goreng yang cukup kering dan renyah. Kemudian ditambahkan potongan kubis, taoge dan kerupuk, tak ketinggalan bumbu kacang racikannya yang membuat rasa kupat tahu semakin gurih dan nikmat. Jika Anda penyuka pedas pesan saja dengan tambahan cabe, dijamin rasa kupat tahu semakin nikmat dan mantap di lidah. Rasa kupat tahu racikan Pak Pangat yang manis, gurih dan pedas ini tidak ada yang menyamainya dan tidak bisa ditemukan di tempat lainnya, tentu saja membuat para pelangganannya selalu balik lagi untuk memuaskan kerinduan lidah.


Semenjak puluhan tahun, kuliner kupat tahu pak Pangat ini tidak hanya digemari kaum tua, tetapi juga menjadi santapan favorit kaum muda hingga saat ini. Soal harga relatif murah, 1 porsi kupat tahu komplit saat ini hanya Rp7.000. Selain itu, tempat nyaman, pelayanan cepat, ramah dan memuaskan dan untuk minuman tersedia aneka juice buah segar. (eko)

Sup buah Golf-an


Sup buah Golf-an jln Gatot Subroto depan Lapangan Golf 

MAGELANG SELATAN – Siapa yang tak kenal sup buah, minuman dari aneka buah yang disuguhkan menjadi sup. Minuman ini dapat menyegarkan tubuh dari panasnya udara perkotaan yang membuat gerah. Karena kandungan vitamin dalam buah-buahan yang ada dalam sup dapat memenuhi kebutuhan vitamin yang diperlukan dalam tubuh.

Sup buah ‘Golf-an'. Ya, yang satu ini memang sudah dikenal banyak orang sejak bertahun-tahun lamanya, baik yang datang dari dalam kota maupun luar kota. Tentunya tempat ini menjadi pilihan menarik penikmat minuman untuk menikmati minuman yang menyegarkan ini. “Kalau siang-siang panas begini kan enaknya minum es buah yang segar mas,” kata seorang pembeli, Wida, saat ditemui di sup buah Golf-an jalan Gatot Subroto depan Lapangan Golf.

Wida juga mengatakan, kandungan vitamin yang ada dalam buah yang komplit ini dipilihnya karena tidak perlu lagi membeli bermacam-macam buah-buahan di pasar atau supermarket lagi. “Didalam sup buah ini kan buahnya sudah komplit, kita sudah tidak perlu membeli buah-buahan yang menurut saya membosankan.  Selain itu, sup buah ini juga ada kaldu susu creamnya yang kental dan manis, jadi lebih nikmat” katanya kemarin.

Aneka buah segar yang terdapat dalam sup buah ini seperti, belimbing, pepaya, semangka, pisang, nanas, melon, jambu, mangga serta ada beberapa buah musiman lainnya. Soal harga juga relatif murah, hanya Rp4.000/porsi.



Siapa pemiliknya?

Seporsi sup buah Golf-an
Selain buah yang terkenal segar, ternyata pemilik juga tetap mempertahankan rasa kuah supaya sup buah yang dijual kedua orang tuanya sejak 7 tahun yang lalu ini dapat menjaga kenikmatan pelanggan. “Untuk menjaga rasa, kami tetap mempertahankan resep dari kedua orang tua. Yang jelas, buah yang digunakan juga harus selalu yang segar,” kata pemilik, Aan.

Dia juga mengatakan, saat ini sudah terdapat 10 cabang yang tersebar di wilayah Magelang dan sekitarnya yang mudah ditemui di pinggir jalan. Dimana pun itu rasanya akan tetap sama.

Embel-embel 'Golf-an' selalu di ikut sertakan. Untuk melengkapi hidangan selain minuman tersebut, dia juga menambahkan makanan berupa soto yang diberi nama ‘soto golf-an’. Bahkan dia juga berencana akan menghidangkan bakso dengan nama golf-an juga. “Mudah-mudahan akhir bulan ini bakso sudah siap disajikan,” paparnya. (eko)

Es Pleret Unik Bogeman


Para pembeli sedang mengantri pesanan es pleret

MAGELANG TENGAH - Minuman segar memang dicari oleh banyak orang untuk melepaskan dahaga saat panas terik matahari dan gerahnya udara perkotaan ini. Di kawasan kota, akhir-akhir ini memang banyak dijumpai penjual minuman es pleret dan es campur, mulai dari warung didalam kampung, PKL, depot, hingga restoran juga turut menyajikan minuman berbahan tepung beras ini. Namun, terdapat satu depot es pleret yang sudah berdiri sejak tahun 1999 silam dan hingga saat ini tetap ramai dikunjungi pembeli. Berikut laporannya. 

Saat siang hari, mulai jam istirahat antara pukul 11.00 hingga 15.00 wib, tempat ini selalu dipenuhi pembeli hingga sering kali depot berukuran 4x6 eter ini tak mampu menampung pembeli. Mayoritas pembeli disini memang dari kalangan pelajar, pasalnya harga aneka es pleret yang ditawarkan memang terkenal murah dan sesuai, antara Rp1.800 hingga Rp2.500/gelas saja.

Aneka es pleret dengan gula murni disuguhkan disini dengan bermacam-macam varian. Beberapa diantaranya, es pleret merah dengan sirup frambos, es pleret degan merah, es pleret degan roti coklat, es dawet pleret, es roti tape merah, serta masih banyak lagi yang lainnya.

Siapa pemikiknya?

Depot es pleret yang terletak di jalan Sriwijaya, Kampung Bogeman ini adalah milik keluarga Yanto (50), warga RT06 RW07 Panjang Rejo, Kelurahan Panjang, Kecamatan Magelang Tengah. Setiap hari dia dibantu oleh Istri dan seorang anak perepuannya untuk melayani para pembeli.

Menurut cerita Yanto kepada seputar magelang, dia sudah berjualan es pleret lebih dari 13 tahun lamanya. Usaha minuman yang merupakan pendapatan tunggal keluarganya ini telah mengentaskan kewajibannya untuk menyekolahkan kedua putra-putrinya hingga lulus SMA. “Dari satu-satunya usaha ini lah kami bisa hidup kecukupan, anak pertama membantu orang tua jualan disini, kemudian anak kedua sekarang sudah bekerja di bidang otomotif,” katanya saat dijumpai di kiosnya.

Populer, dia membenarkan jika es pleret miliknya sudah dikenal hingga luar kota. “Iya mas, Alhamdulillah sudah dikenal banyak orang sampai luar kota, tempat ini dikenal dengan nama Es Pleret Unik Bogeman,” ucapnya sambil tersenyum.

Ketika ditanya kenapa es pleret miliknya harganya bisa semurah itu, dia menjelaskan jika itu merupakan konsep usaha sejak dahulu kala. “Ambil untung itu sedikit saja, tapi uangnya banyak yang berputar. Selain itu juga karena bahan-bahannya memang semua saya buat sendiri, seperti itu mas,” jelasnya.

Tak hanya menjual aneka minuman es pleret, di tepat ini juga menjual sirup-sirup campuran es pleret karya pemilik sendiri. Sirup itu dijual antara Rp10.000 hingga Rp13.000/botol. (eko)

Pondok Sambal Cobek



MAGELANG SELATAN
– Konsep memasak Live Cooking memang telah menjadi trendsetter dimana-mana. Saat ini telah banyak bermunculan warung makan maupun restaurant yang mengusung konsep unik tersebut. Belum lama ini, tepatnya bulan November 2011 lalu, di Magelang ada suatu tempat makan yang menggunakan konsep tersebut. Namanya Pondok Sambal Cobek, terletak di Jalan Patih Senopati (dekat rumah sakit Harapan).

Di tempat ini tersedia daging ayam, ikan, sayuran serta yang menjadi ciri khas adalah sambalnya. Ada 10 macam sambal, namun yang menjadi favorit adalah sambal tuk-tuk (khas Medan). Sambal tradisional ini berbahan sederhana saja, terdiri dari cabe merah yang fresh, ebi atau udang lembut, bawang merah, serta dituangkannya sedikit minyak goreng yang sudah dipanaskan, kemudian diuleg kasar. Munculnya bau yang sedap itu dari minyak goreng yang digunakan, karena minyak ini merupakan minyak bekas menggoreng daging ayam tadi, mengingat layaknya daging ayam digoreng dengan aneka bumbu.

Dengan konsep Live Cooking itu berarti bahwa konsumen tidak hanya bisa menikmati makanan yang dipesan, tetapi bisa sekaligus menikmati seni dari penyajian masakan yang berasal dari bahan-bahan yang berkualitas. Muhamad Rifai Sebayang, pemilik pondok sambal tersebut mengatakan. “Di mangelang ini banyak warung makan maupun restaurant yang tidak memperlihatkan proses memasak atau menghidangkan makanan yang dipesan. Mereka tinggal pesan saja dan tiba-tiba langsung jadi tanpa melihat prosesnya. Hal seperti itu jelas akan berpengaruh, apakah bahan yang digunakan berkualitas, fresh dan higienis,” katanya kepada seputar magelang.

Dirinya menyuguhkan proses memasak tersebut di depan, sehingga konsumen pasti akan melihatnya langsung. Konsumen juga tidak akan memerlukan waktu yang lama untuk mendapatkan pesanannya, karena tempat ini mengutamakan kecepatan memasak sang chef sekaligus pemilik yang sudah berpengalaman selama 5 tahun menjadi hibachi chef (masakan jepang) suatu hotel di Amerika.

Ayam goreng, kangkung blacan, nasi putih, sambal dabu-dabu
Sementara untuk sayurnya, yang menjadi favorit adalah kangkung belacan (blacan), berbahan terasi namun dalam bahasa melayu disebut blacan. Proses pembuatannya juga mudah. Tumis bawang merah dan putih, cabe merah, tomat dan terasi, masak hingga semua bahan layu, kemudian  angkat (sisihkan dari minyak), lalu tumbuk kasar dan tambahkan garam, gula secukupnya. Kemudian tumis bumbu yang sudah dihaluskan. Setelah wangi masukan kangkung, masak hingga kangkung layu dan matang. Tak lama kemudian, bau sedap akan muncul dari tumisan kangkung itu dan pasti akan menggugah selera makan anda.

Sementara untuk sambalnya, takaran sambal yang dipesan dapat disesuaikan dengan selera anda. Beberapa aneka sambal yang disajikan diantaranya, sambal dabu-dabu, tomat, mentah, merah mentah, ijo goring, trasi mentah, trasi goreng, merah goreng dan merah rebus. Soal harga, anda tak perlu kawatir, semua sambal ini hanya seribu rupiah saja. Tak heran banyak  yang datang hanya untuk membeli sambalnya saja.

Nah, bagi anda pecinta kuliner, Pondok Sambal Cobek ini dapat dijadikan salah satu tempat hangout dan rujukan kuliner bagi pasangan muda-mudi maupun keluarga anda. (eko)

Mie Ayam Pak Yanto



MAGELANG UTARA
- Sekarang ini mie telah menjadi makanan pokok ke 2 setelah beras. Hampir semua orang menyukai makanan ini, bak jamur yang mudah tumbuh dimana-mana dan tetap eksis sampai sekarang. Saat ini penjualan Mie bisa kita temui dengan banyak variasi, ada juga berjualan dengan menggunakan gerobak, tenda, warung, maupun dalam restoran-restoran. Karena hampir di semua ruas jalan dapat ditemui pedagang makanan ini.

Di kawasan kota Magelang, jika anda melintas di jalan Kapten Suparman Tuguran (sebelum universitas tidar), anda akan melihat beberapa penjual makanan dengan bangunan semi permanen. Disitu ada salah satu warung mie ayam yang menarik untuk dikunjungi. Pasalnya, warung makan yang berdiri di atas trotoar itu begitu ramai pengunjung, mayoritas dari mereka datang dari kalangan pelajar. Melihat lokasi disitu dekat dengan kampus, sekolah serta tempat kost, hal tersebut mengundang seputar magelang untuk segera mencicipi makanan yang laris itu. Namanya Mie Ayam Pak Tanto, tempat ini hanya menjual mie ayam ceker saja. Jika anda sangat lapar dan tidak mau bersabar, sebaiknya sesegera mungkin anda cancel mie pesanan yang telah ada pesan itu. Pasalnya, yang memasak cuma 1 orang saja, yaitu pak Yanto sang pemilik, jadi anda harus antri terlebih dahulu.

Ketika pesanan mie ayam ceker datang, dari tampilan terlihat tak ada sesuatu yang spesial, hanya sepotong ceker ayam yang diletakkan di atas mie dengan sedikit taburan loncang iris kecil-kecil. Namun aroma sedap dari kuah kaldu ayam yang akan menggugah selera makan anda. Sekedar saran, sebaiknya jangan anda tuangkan sedikitpun kecap, saus atau sambal ke dalam mie. Cicipi dulu kuahnya dan anda akan mendapatkan cita rasa yang khas mie ayam ceker pak Yanto ini. Mengingat kandungan ketiga bahan diatas dapat merusak rasa aslinya. Namun setelah mencicipi kuah, boleh ditambahkan apapun sesuai selera. Porsi yang cukup, komposisi dan ukuran mie yang pas serta dimasak tidak terlalu matang. Soal harga anda tidak perlu khawatir, hanya 5 ribu rupiah saja, tambah ceker sepotong tinggal tambah seribu rupiah. Harga yang wajar untuk kalangan pelajar.

Bagaimana rahasia masakannya. Menurut bu Yanto, Mie ini dia ambilkan dari produksi rumahan seorang ibu rumah tangga yang sudah kerja sama selama belasan tahun. "Dari awal saya dan suami berjualan mie, kami tidak pernah menggunakan mie buatan selain yang selama ini kita gunakan," katanya kemarin.

Salah seorang pelanggan, Indro (25) mengatakan, dirinya sudah bertahun-tahun menjadi pecinta mie ayam ceker buatan pak Yanto ini. "Rasanya memang enak mas, dan tidak berubah-ubah, tadi sudah coba kan," ucapnya. Kemudian menurut pelanggan lain, Tyo (20) yang kebetulan seorang mahasiswa setempat, selama kuliah dirinya hampir setiap hari makan siang disini. "kira sudah berlangganan selama 3 semester. Selain rasanya enak, juga murah tentunya mas," ujarnya sambil tersenyum.

Nah, jika anda berkuncung ke Magelang, tak ada salahnya anda mampir dan mencoba mie ayam pak Yanto ini. (eko)

Bakso dan Mie Chicken Diva


MAGELANG SELATAN - Jika anda melintas di jalan Sultan Agung, Bayeman, Magelang, anda akan melihat warung makan bakso dan mie chicken yang sangat ramai pembeli. Hal tersebut mengundang seputar magelang untuk segera mendatangi dan mencicipinya. Di tempat itu tertera harga per mangkuk bakso 4000 rupiah, bakso kupat 5000 rupiah, mie chicken 3500 rupiah dan mie chicken bakso 6000  rupiah. Melihat dari daftar harga tersebut yang terbilang murah, mungkin hal itulah yang membuat ramai pengunjung di kios ini.

Melihat nama Mie chiken, pasti anda akan bertanya-tanya. Mie chiken disini adalah mie ayam, penggunaan bahasa internasional itu sengaja dibuat pemilik untuk menarik simpatik pembeli. "Dulunya sebelum buka kios disini, hanya mie ayam gerobak biasa, namun setelah saya buka kios namanya saya ganti menjadi mie chicken agar membuat penasaran pembeli," kata Supriyati.

Bicara soal rasa, baik bakso maupun mie chiken memang setara dengan harga murah yang ditawarkan. Hal itu dibenarkan oleh pemilik. " Iya mas, memang harganya disesuaikan dengan kantong pelajar, kalo siang hari itu biasanya penuh oleh para pelajar, Alhamdulillah disyukuri saja,," ucapnya.

Menurut Supriyati atau yang lebih akrab disapa mbak Pri, sudah selama dua tahun dirinya berjualan di kios ini. Semenjak itu, omzet penjualannya melonjak drastis dari awal dirinya berjualan di kampung. "Alhamdulillah mas, berawal dari masakan kampung. Sekarang setiap harinya dapat terjual bakso antara 200 hingga 250 porsi, kemudian untuk mie chicken kurang dari 200 porsi," terangnya.

Kemudian menurut Iwan (28), salah seorang pembeli yang kebetulan sedang makan di tempat itu, bakso dan mie chicken Diva memang terkenal murah. "Karena harganya murah dan rasanya tetap enak mas, kalau siang hari tempat ini bisa penuh, tempat parkir sepeda motor saja sampai pojok kios sana, makanya saya kesini sore hari," katanya sambil menunggu pesanan mie chicken datang. (eko)

Srabi Notosuman, Ny Handayani

Manis Dan Gurihnya Serabi Notosuman


MAGELANG SELATAN - Pernahkah anda merasakan manis dan gurihnya serabi Notosuman? Nah, serabi Notosuman ini merupakan jajanan paling terkenal dari Kota Solo. Menurut satu-satunya seorang penjual di kawasan Magelang, nama Notosuman berasal dari daerah atau kawasan tempat serabi ini banyak dijual, tepatnya di jalan Moh Yamin, Solo. Di kawasan itu berjajar beberapa toko yang menjual serabi. Namun serabi terkenal itu tidak hanya dijumpai di Solo, di Kota Magelang pun ada, "Serabi ini asal desa Notosuman mas," kata seorang penjual serabi notosuman, Sigit (35), saat dijumpai di tokonya jalan Jendral Sudirman 137, Trunan, kelurahan Magersari.

Menurutnya, serabi Notosuman yang paling banyak diminati adalah yang bermerek Srabi Notosuman Ny Handayani. Serabi inilah yang paling banyak diserbu pengunjung untuk oleh-oleh. Serabi-serabi yang nikmat ini dibuat di atas tungku, dengan pan yang terbuat dari tanah liat. Serabi ini terbuat dari tepung beras, gula, santan dan daun pandan. Rasanya yang legit akan membuat kita yang mencobanya selalu terkenang-kenang dengan kelezatannya.

Menurut ceritanya kepada seputar magelang, serabi Notosuman yang sudah melegenda ini telah berdiri sejak tahun 1923, didirikan oleh seorang warga Tionghoa, namun saat ini serabi ini dikelola oleh Handayani beserta anaknya Yohani yang saat ini berdomisili di Solo. "Kalau satu-satunya penjual di Magelang ya cuma saya mas," tuturnya kemarin.

Lebih lanjut Sigit menjelaskan, Selain Solo dan Magelang, juga dapat dijumpai di 3 kota lainnya. "Telah buka lima cabang mas, selain di Solo dan Magelang yaitu Salatiga, Klaten, Bandung dan Tasikmalaya," jelasnya.

Layaknya serabi pada umumnya, Srabi Notosuman ini juga hanya tahan 1 hari karena dibuat tanpa bahan pengawet, tetapi jika ingin menikmatinya lebih lama atau akan dibawa ke luar kota, Sigit menyarankan, mintalah yang dingin sehingga dapat tahan sedikit lebih lama.

Bagi anda yang berdomisili jauh dari pusat kota, dapat membeli Serabi Notosuman yang berlokasi di pinggiran kota ini. Disini terdapat 2 jenis rasa, yakni putih (biasa) dan coklat. Harganya Rp1.800/biji untuk yang biasa dan Rp2.000/biji untuk yang rasa coklat dengan taburan meses coklat. Pagi hari sudah buka mulai pikul 06.00 wib hingga pukul 21.00 wib.

Serabi Notosuman sangat terkenal karena rasa manis dan gurihnya, sehingga cocok untuk jajanan di rumah saat pagi hari dan juga sebagai oleh-oleh. Hanya saja, serabi ini hanya dapat tahan dalam waktu sehari saja karena bahan dasarnya terdapat santan tanpa menggunakan bahan pengawet. (eko)

Cemara Dua, Café Legendaris

Cemara Dua (cemdu) café ,  Mister Pancake  topping ice durian and juice Jamaica de Mocca RUM 


MAGELANG TENGAH – Akhir-akhir ini banyak sekali bermunculan café di sejumlah daerah, khususnya di kota Magelang ini. Tak heran jika banyak dari mereka yang tidak konsisten untuk tetap menjaga kwalitas rasa menu yang dihidangkan, bahkan sebagian tidak bertahan lama dan pada akhirnya memilih untuk tutup.

Di kota Magelang terdapat café yang legendaris, tempat bernuansa barat ini sudah ada sejak tahun 1966 silam. Namanya Cemara Dua (cemdu) café, terletak di jalan Majapahit 35, magelang tengah. Berkisar 1 km ke arah tenggara dari pusat kota alun-alun. Beberapa makanan yang disajikan mulai dari aneka roti panggang, seperti selai coklat, nanas, strawberry, keju coklat, nanas, susu, cornet beef, hamen worst serta masih banyak lagi yang lain. Tak hanya itu, untuk minuman ada berbagai macam juice karya pemilik sendiri seperti Brandy Alexcandra, Torridora, Pinacolda, Coffee beer dan lain sebagainya.

Namun, anda harus mencoba menu yang satu ini, namanya juice Jamaica de Mocca RUM yang konon rasanya tidak berubah sejak tahun 1966 hingga saat ini. Nama beserta rasa tersebut merupakan karya asli pemilik. Juice ini berbahan kopi Jamaica, coklat, gula, serta RUM yang di juice secara bersamaan kemudian diberi es lembut dan terakhir diatasnya diberi wafer. Harga Rp8.500 sangat cocok dengan rasa yang diberikan.

Dari nama tempat hingga menu yang disajikan, mungkin sudah banyak dari anda yang sudah mendengar namun belum mengetahui sejarahnya. Menurut cerita pemilik, David Watupongoh (69), kepada seputar magelang, nama Cemara Dua diambil saat awal dirinya berjualan masih menggunakan tenda (tahun 1966), yakni ketika masih berlokasi di jalan A Yani sebelum alun-alun atau di seberang jalan kantor PLN, terdapat 2 pohon cemara yang berdiri di samping tempat berjualannya itu, sehingga nama Cemara Dua diambilnya karena dirasa unik dan cocok.

Sejak awal berjualan hingga kemudian selang setahun pindah tempat ke jalan Majapahit ini, mayoritas pembeli adalah dari kalangan muda. “Awalnya dulu tempat ini selalu diramaikan oleh anak-anak muda, karena saya hanya menghidangkan makanan dan minuman sederhana seperti minuman juice, roti panggang serta bakso, mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk nongkrong bersama teman-temannya di tempat ini,” cerita David, kemarin.

David yang juga dahulunya seorang fotografer ini juga menuturkan, sudah lebih dari 45 tahun dia tetap menjaga kekonsistenannya soal rasa.  Hal itu pemilik pegang karena dirinya tidak ingin para pelanggannya yang sudah puluhan tahun akan kecewa. Tak heran jika banyak pengunjung yang sekarang sudah berkeluarga, bahkan sudah berusia lebih untuk bernostalgia sekedar flashback merasakan makanan, minuman, serta suasana saat masa mudanya dahulu kala.

 “Kesulitan itu bukanlah soal menjual makanan melainkan bagaimana kita menjaga kwalitas rasa supaya tetap konsisten,“ tuturnya.

Guna melengkapi menu hidangan yang disajikan, saat ini telah ada menu Miss Pancake, atau jika di daerah Yogyakarta serta kota lain sering disebut Mister Pancake. Terdiri dari 8 macam pilihan rasa dan 4 macam extra topping. Paling laris saat ini adalah banana choco cheese pancake, seharga Rp7.500/porsi. Meski komposisinya sedikit, namun cocok untuk sekedar mengganjal sebentar perut anda dari rasa lapar sebelum memesan makanan utama seperti sup buntut atau bakso. (eko)


























Bengkel Perut 5000

Bengkel Perut 5000 di tenda PKL bersponsor kawasan alun-alun sebelah utara. 

MAGELANG TENGAH - Bengkel mobil atau sepeda motor sudah merupakan hal yang biasa kita dengar. Namun bagaimana ketika anda mendengar bahkan melihat nama bengkel perut?

Di Magelang terdapat bengkel perut, namanya "Bengkel Perut 5000". Selain di jalan pinggir kali boton 2 (depan kampung Ubud), anda juga dapat menemui tempat warung makan bertuliskan Bengkel Perut 5000 di tenda PKL bersponsor kawasan alun-alun sebelah utara.

Menu yang ditawarkan adalah ayam goreng dan bakar madu. Melihat daftar harga ayam goreng untuk kepala, sayap, dada, paha atas, paha bawah, back bone, semua itu tertulis harga 5000 rupiah. Kemudian untuk yang bakar hanya 5500 rupiah, ternyata harga tersebut memang sesuai dengan nama tempat ini. Hal itu dibenarkan oleh seorang pengelola
franchise bengkel perut 5000 di alun-alun, bernama Anton Yudho (32) atau akrab disapa Anton. "Harganya memang lima ribuan mas, jadi sesuai dengan namanya, menu disini sama persis dengan bengkel perut di kampung boton, kelurahan Magelang, kecamatan Magelang tengah itu" tutur Anton saat ditemui seputar magelang, di warungnya.

Masih tutur Anton, dirinya mengatakan bahwa menu yang ditawarkan bengkel perut 5000 di kawasan Magelang ini semuanya sama. “Untuk menu, di semua tempat bengkel perut sama mas, bahan dan bumbu sudah jadi, tinggal penyajian saja,” tuturnya kemarin.

Kemudian menurut Heri (35), pelanggan bengkel perut 5000 alun-alun, dirinya mengaku meski tidak setiap hari namun sering makan ditempat ini. “Saya dan istri sering makan ditempat ini mas, ya walaupun tidak setiap hari. Saya suka yang bakar madu, sedangkan istri suka yang goreng madu. Uang 20 ribu berdua sudah sisa kembalian mas,” tuturnya sambil makan. Dia juga menambahkan, harga yang ditawarkan bengkel perut 5000 ini sesuai dengan rasa yang didapatkan, maka dari itu dirinya sudah lama menjadi pelanggan di tempat ini.


Mayoritas pembeli untuk bengkel perut 5000 di alun-alun ini adalah dari kalangan pelajar. Tempat ini memang perlu dikunjungi oleh Anda pecinta kuliner dan tepat sekali untuk kantong pelajar. (eko)

Soto Ayam Warung Ijo Boton Magelang

Nikmat dan Nyaman Meski Terletak di Dalam Kampung 
Soto Ayam Warung Ijo Boton

MAGELANG TENGAH – Saat matahari memancarkan sinarnya tepat di atas kepala, ditambah banyaknya asap kendaraan bermotor dikawasan jalan raya perkotaan, semakin membuat panas udara siang hari dan membuat gerah tubuh kita. Banyak Masyarakat yang memilih waktu makan siang di tempat-tempat yang berudara sejuk untuk beristirahat sejenak sembari menyantap hidangan makan siang. Hal ini dipilihnya karena dirasa dapat mengisi energi sebelum mereka melanjutkan aktivitasnya.

Letak warung makan yang didalam kampung menjadi pilihan menarik untuk beristirahat sejenak sambil makan siang. Di Kampung Boton, Kelurahan Magelang, terdapat warung makan yang selalu ramai dikunjungi saat waktu makan siang tiba, namanya ‘Warung Ijo’, milik warga setempat, Utopo, atau lebih dikenal dengan nama mbak Nem.

Kali ini, magelang ekspres berkesempatan untuk mencicipi salah satu hidangan menu utama yang selalu laris dibeli, yakni soto ayam khas mbak Nem. Suwiran tahu bacem dan daging ayam serta ditambahnya taburan bawang goreng semakin membuat nikmat masakan berkuah ini. Tak hanya itu, tersedia juga keripik tempe, belut goreng, sate ayam dan aneka gorengan lainnya yang semakin akan memanjakan lidah kita.

Dijumpai di warung tersebut, salah seorang pelanggan lama, Lukman, yang sedang menghabiskan waktu makan siangnya dengan menyantap hidangan soto ayam di tempat tersebut, mengatakan, hampir setiap hari dia makan siang diwarung ini. “Meski letak warung ini di dalam kampung, tapi tempatnya nyaman, selain itu juga soto ayamnya sangat cocok di lidah saya ini,” katanya.

Pensiunan Pemda 8 tahun yang lalu ini juga menjelaskan, warung milik tetangga saya ini memang selalu ramai saat jam makan siang tiba. Selain itu juga sudah punya nama, sehingga walaupun terletak di dalam kampung pun, tetap akan dicari oleh pembeli. “Ramainnya itu antara jam 11 sampai jam 2 siang. Walaupun sederhana, kalau tempat nyaman, udara sejuk, rasa nikmat dan harga pas, pasti akan ramai disinggahi pembeli,” jelas Lukman usai menyantap Soto Ayam kemarin.  

Warung yang terletak di bantaran kali Bening, kampung Boton (depan kampung Ubud) ini memang sudah dikenal masyarakat luas, mungkin sudah banyak dari anda yang mengetahuinya. Pasalnya, warung ini sudah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu.

Hal itu dibenarkan oleh pemilik, Utopo, saat magelang ekspres menyambangi warung tersebut beberapa hari yang lalu. “Saya berjualan makanan disini sudah 30 tahun lamannya,” singkat Utopo kemarin.

Warga RT02 RW06 ini merasa heran kenapa para pelanggannya yang mayoritas mulai dari kalangan Sales Marketing hingga pegawai negeri ini memilih warung makan sederhana yang letaknya dikampung, sedangkan di jalan-jalan raya juga mudah ditemui. “Terkadang saya merasa heran, kenapa orang-orang kok memilih warung saya ini yang letaknya didalam kampung, padahal di pinggir jalan raya itu kan banyak mas,” tanyanya.

Utopo juga menjelaskan, selain soto ayam yang sudah dikenal banyak orang, 2 menu utama lainnya juga tak kalah ramai diminati pembeli, yakni koyor sapi dan rica-rica dengan harga Rp7.000/porsi. Sementara harga soto ayam hanya Rp4.000/porsi. “Tiga menu utama ini selalu tersedia setiap hari dan tidak saya ganti, tapi kalau menu pengiring lainnya seperti Sup, aneka oseng-oseng, aneka ikan, itu saya ganti-ganti supaya tidak membuat bosan pelanggan,” paparnya.

Selain hidangan yang nikmat, warung sederhana berbilik papan kayu seluas 3 x 7 meter persegi yang terletak di bantaran kali bening ini juga berudara sejuk lantaran disekitarnya banyak ditumbuhi pepohonan rindang. Hingga saat ini, salah satu warung di kampung Boton ini menjadi pilihan menarik dan diburu para penikmat kuliner meski terletak didalam kampung. (eko)

Angkringan 19

Konsep Warung Angkringan Tiga Gerobak Menjadi Satu

MAGELANG UTARA
– Warung
angkringan memang mudah sekali kita jumpai di pingir-pinggir jalan, tak heran jika baru-baru ini banyak sekali bermunculan warung angkringan berkonsep segar di sejumlah daerah khususnya di kota Magelang ini. Sejarah angkringan sendiri  adalah berasal dari bahasa Jawa 'Angkring', yang berarti duduk santai, identik dengan sebuah gerobag dorong yang atapnya ditutupi dengan kain terpal plastik dan tempat duduk memuat sekitar 8 orang pembeli. Namun, bagaimana jika terdapat gerobag angkringan berukuran 3x lipat lebih panjang dari gerobag biasa atau bisa dibilang 3 gerobag menjadi satu.

Di
jalur lintas provinsi kawasan kota Magelang, terdapat konsep seperti itu, yakni berlokasi di jalan Ahmad Yani no 133. Namanya Angkringan 19, milik Sulistriyanto (30), sudah berdiri selama 2 bulan di jalan tersebut, buka 19 jam non stop mulai jam 8 pagi. Dilihat, ukuran gerobak ini lebih dari 6 meter serta terdapat 6 bangku panjang berhadapan. Konsep 3 gerobag menjadi 1 ini menjadi sesuatu yang unik dan mempunyai daya tarik sendiri bagi pembeli yaitu warga dan pengguna jalan. Hal itu terlihat dari ramainya pembeli terutama pada saat malam hari mulai jam 7 malam hingga tengah malam.

Menurut Wahyu, kerabat sekaligus karyawan pemilik, Sulistriyanto atau yang akrab disapa Sulis ini memang hobi kuliner semenjak masih muda, dan konsep ini muncul ketika dirinya dan Sulis sedang melakukan perjalanan ke luar kota. “Waktu itu, ketika kami melakukan perjalanan ke luar kota dan beristirahat sejenak di sebuah warung makan pinggir jalan, saya ngobrol-ngobrol selama 3 jam dengan beliau, dan muncullah ide warung angkringan namun dengan konsep yang tidak biasa. Ukuran gerobag, warung maupun hidangan harus lebih dari warung angkringan yang sudah ada selama ini, dan seperti ini lah angkringan 19,” ceritanya
kepada seputar magelang kemarin.

Makanan yang dijual pun sebenarnya sama layaknya angkringan khas Yokyakarta dan Jateng, yakni meliputi nasi kucing, gorengan, sate usus (ayam), sate telor puyuh dan lain-lain. Namun, untuk makanan yang tidak bisa anda temukan di angkringan lain adalah nasi terong, secara visual kemasan beserta porsinya sama dengan nasi kucing biasa yang berisi sambal, ikan asin (pindang) atau kering tempe, namun untuk nasi terong ini hanya berisi nasi serta sayur terong yang sudah dimasak sedikit pedas. Dengan menyantap 2 sampai 3 porsi, pasti anda akan merasa kenyang. Tak hanya itu, jenis sate disini komplit, ada sate daging, kulit, ampela, ati, keong, telur puyuh, uritan, brutu, usus dan sebagainya.   

Sementara untuk minuman, tersedia belasan macam minuman dari wedhang tradisional hingga aneka juice modern. Namun yang spesial adalah wedhang jahe kencur gepuk, berisi wedhang jahe seperti biasa namun diberi beberapa potong kencur yang sudah dibakar dan digepuk, kemudian di masukannya irisan jeruk nipis (lemon). Munculnya bau harum itu dari kencur yang dibakar tadi dan irisan lemon. Anda cukup menunggu 5 – 10 menit hingga wedhang hangat itu siap disajikan. Wedhang ini sangat cocok diminum pada malam hari untuk menghangatkan tubuh dan dapat melegakan tengorokan. Harganya Rp4.000 saja, sangat pas dengan kenikmatan yang ditawarkan.

Kemudian perlu diketahui, semua makanan dan minuman yang dihidangkan disini selalu fresh dan hangat karena produksi dilakukan secara berkala, sedikit demi sedikit mengikuti pembeli. “Kalau masak itu sedikit-sedikit mas, begitu habis langsung buat lagi, buat lagi dan seterusnya, jika mau pesan makanan maupun minuman yang hangat pun bisa, hanya harus menunggu dahulu,” kata wahyu.


Selain itu, angkringan 19 ini juga dapat disebut live cooking, pasalnya proses produksi yang dikerjakan oleh 5 hingga 6 ini terlihat di depan mata, saat kita duduk dan menikmati makanan disitu.

Tak hanya itu, tempat ini juga menyediakan aneka masakan bandeng non kolesterol seperti, bandeng tanpa duri, bandeng crispy, otak-otak bandeng, bandeng duri lunak serta bakso bandeng. Guna menjaring pelanggan, setiap malam minggu diadakan acara nonton bareng siaran bola secara lesehan dan lomba game PS3 bagi pengunjung di sebelah samping dan belakang,

Nah, jika anda warga Magelang, maupun dari luar kota pecinta kuliner dan hobi nongkrong bersama teman, kerabat maupun pacar, anda wajib berkunjung di angkringan 19 ini dan anda akan merasakan kenikmatan makanan, jajanan, minuman, suasana tempat nongkrong serta keramahan dari pelayan. (eko)

Angkringan Sego Lowo

Suasana Sore hari di Sego Lowo jalan Pahlawan.

MAGELANG UTARA
– Terdapat sebuah warung angkringan berkonsep unik di kota Magelang, yakni angkringan “Sego Lowo”, terletak di trotoar jalan Pahlawan, taman A Yani (sebelum taman badakan). Ketika anda melintas dan melihatnya, pasti akan mengira itu adalah tempat berjualan nasi serta daging kelelawar. Bukan, karena nama sego lowo itu sendiri merupakan singkatan dari sego lombok tuwo, berupa nasi bungkus berisi sambal dengan lombok yang pedas layaknya menu pada angkringan sewajarnya.

Nama itu di ambil oleh pemilik, Indira Daneshwara atau akrab disapa Indi, guna menarik perhatian para pembeli. “Sego Lowo merupakan murni ide saya sendiri mas, bukan meniru orang lain. Nama itu saya dapatkan belum ada 2 bulan ini, setelah sharing dengan teman-teman dan berbagai macam uji coba,” tuturnya kepada seputar magelang, kemarin.

Makanan yang dijual pun sebenarnya sama, layaknya angkringan khas Yokyakarta dan Jateng, yakni meliputi nasi kucing, gorengan, sate usus (ayam), sate telor puyuh dan lain-lain. Minuman yang dijualpun beraneka macam seperti teh, jeruk, kopi, tape, wedang jahe dan susu. Namun di tepat ini, semua jenis makanan dan minuman yang di suguhkan tersebut telah berubah nama. Mulai dari makanan, nasi lombok tua (sego lowo), nasi kering tempe (sego keriting). Kemudian untuk minuman, susu telur madu jahe (STMJ), wedhang susu kopi istimewa (shukoi), wedhang jahe tape (jatah), wedhang sousu lan jahe (souljah), wedhang susu creamer (summer), wedhang kopi creamer (khomer), wedhang kopi jahe (P-J),  wedhang kopi, ah (kopiah), wedhang jeruk manis (jerman), wedhang jahe hangat (jahat) dan sebagainya. Maka, jangan heran ketika anda mendengar nama-nama unik tersebut, baik dari para pembeli maupun penjual.

Meski kedepan konsep unik milik warga kampung Boton, Kelurahan Magelang ini bakal ditiru oleh para pedagang angkringan lain, dirinya tidak akan keberatan dan menyalahkan peniru, namun sebaliknya, dia justru malah akan bangga lantaran karya ide sendiri dapat digunakan dan bermanfaat bagi banyak orang. “Karena angkringan disini bukan sekedar tempat makan, namun juga merupakan tempat berkumpul teman-teman, bercanda tawa, bergurau, saling bersosialisasi serta bertukar informasi penting,” tutur Indi.

Guna menjaring para pembeli, dalam sepekan sekali angkringan sego lowo ini mengadakan program makan dan minum gratis untuk para pelanggan. Namun untuk harinya dapat berubah-ubah, sehingga untuk mendapatkan informasi program itu, anda harus sering-sering menyempatkan diri untuk mampir kesana. Saat ini sudah terdapat 2 cabang,  jalan.Sriwijaya (depan gedung bunder, Njaranan, Kelurahan Rejo Utara, Kecamatan Magelang Tengah dan di jalan Pahlawan, trotoar Taman Ahmad Yani ini.

Nah, jika anda warga Magelang, maupun dari luar kota pecinta kuliner dan tempat nongkrong, anda wajib mencobanya sendiri disini dan anda akan merasakan kenikmatan makanan, jajanan, minuman, tempat nongkrong serta keramahan dari penjual. (eko)

Manisnya Ubi Madu Cilembu


MAGELANG SELATAN - Ubi Cilembu lebih istimewa dari pada umbi jalar biasa karena umbi ini bila dioven akan mengeluarkan sejenis cairan lengket gula madu yang manis rasanya. Karena itu lah umbi Cilembu disebut juga dengan umbi madu. Bila umbi pada umumnya juga manis, umbi Cilembu ini lebih manis lagi dan lengket seperti gula madu. Rasa manis ini dipercaya dapat membuat tenaga ekstra bagi orang yang mengkonsumsinya.

Ubi yang ditanam di tanah Cilembu, Kab Pamulian, Sumedang, Jawa Barat itu, saat ini dapat dengan mudah ditemukan di kota Magelang, tepatnya di jalan Jendral Sudirman kios no 8, dari arah utara sebelum lampu merah Trunan. "Sekitar tiga bulan yang lalu, belum ada satupun yang berjualan di kota ini. Saya yang pertama berjualan Ubi madu di sini mas,” kata Andi (20), seorang pedagang ubi Cilembu asal Klaten.

Sepengetahuannya, Ubi yang satu ini tidak dapat ditanam di luar kawasan desa Cilembu. "Setahu saya, dari orang-orang yang mencoba menanam ubi ini di luar kawasan desa Cilembu, mereka tidak bisa menghasilkan rasa manis yang sama dengan ubi Cilembu ini, terkadang malah tidak ada manis-manisnya sama sekali, saya juga tidak tau kenapa bisa seperti itu," ceritanya. Para ahli berpendapat bahwa perbedaan ini dikarenakan perbedaan unsur hara di tiap daerah. Tanah Kawasan Cilembu mempunyai kandungan hara khas yang tidak dimiliki daerah lain.

Sebagian ubi yang dia beli langsung dibersihkan lalu dioven selama dua jam agar matang. "Rasa manis ubi ini dari prosen oven, karena semakin dipanaskan hingga lembut dan meleleh, rasa manis akan muncul dengan sendirinya," terangnya. Ubi Cilembu memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena rasanya yang khas, manis seperti madu yang legit, struktur dagingnya kenyal dan menarik sehingga sangat digemari oleh pelaku usaha tani dan konsumen. Tak hanya itu, selain rasa yang sangat manis, warna daging ubi juga cukup menarik, dimana kulit dan daging ubi berwarna krem kemerahan diwaktu mentah dan berwarna kuning bila dimasak. Ketika dipanggang, dibakar, atau dioven, dari kulitnya yang berwarna gading akan muncul lelehan-lelahan seperti madu.

Menurutnya, ubi madu Cilembu lebih diminati pembeli karena selain rasa manis dan bau harumnya, juga dikarenakan dagingnya berserat lebih lembut dari ubi lainnya. "Seratnya lembut, bahkan bisa saya katakan kalau ubi ini tidak berserat seperti ubi lainnya," katanya saat di temui di kiosnya.

Sebagian ubi yang dia beli langsung dibersihkan lalu dioven selama sekitar dua jam agar siap makan, sebagian lagi dipajang di depan kios. Ubi ini tidak cepat membusuk, sehingga dia tidak perlu kawatir, karena semakin lama ubi ini didiamkan maka akan semakin manis rasanya. Ubi siap makan (matang) dijual dengan harga Rp12.000/kg sedangkan yang belum siap makan (mentah) dijual Rp10.000/kg dan pembelian minimal sebanyak setengah kilogram. Ia mengaku dapat menjual lebih dari 1,5 kwintal dalam 1 minggu. Omzetnya tiap bulan sekitar 8 jutaan. Mungkin nilai menggiurkan ini dapat membuat jumlah pedagang ubi Cilembu di Magelang akan semakin menjamur. (eko)

Menengok Jajanan Pasar di Magelang


MAGELANG - Jajanan pasar merupakan salah satu makanan khas daerah yang kini semakin sulit ditemukan. Jajanan pasar terdiri dari segala jenis makanan, terutama kue basah, yang dijual di pasar tradisional. Di sejumlah daerah, keberadaannya mulai tergusur oleh maraknya toko kue (bakery) yang menyajikan berbagai macam kue modern dengan daya tahan kue basah yang jauh melebihi jajanan pasar.

Namun, di kota Magelang ini jajanan pasar masih banyak diminati. Terbukti dari ramainya pembeli di tempat jualan milik Basar yang terletak di pasar penampungan samping kiri Giant Supermarket (seberang SMK Wiyasa), jajanan pasar dan aneka roti ini tak pernah sepi pembeli, hingga ibu yang berumur lebih dari 60 tahun ini di bantu oleh 3 hingga 4 karyawan untuk melayani pembeli.

Jajanan pasar disini bisa dibilang terkomplit di kota Magelang, mulai dari Tiramizu, risoles, dadar gulung, klepon, wajik, aneka bolu kukus, bolu lapis, brownis, aneka roll cake, pastel sayur, agar-agar lapis, gondang gandung, onde-onde, nogosari, tahu daging, roti pisang, lemper, arem-arem dan masih banyak lagi jenis jajanan yang lain.

Menurut pemilik, dia tengah berjualan jajanan pasar ini sejak tahun 1985 di pasar Rejowinangun. “Sejak tahun 1985, saya sudah berjualan berbagai macam jajanan pasar, hampir semua jenis jajanan yang saya jual ini adalah produksi rumahan warga magelang dan saya hanya menjual, namun ada beberapa jenis yang dibuat saya dan anak saya,” terangnya saat berjualan kemarin. Masih menurutnya, meskipun para pembuat jajanan-jajanan ini telah berganti-ganti tangan, namun dirinya tetap konsisten menjual makanan khas daerah ini.

Nah, jika anda kangen atau ingin sekedar bernostalgia dengan mencicipi jajanan-jajanan pasar ala warga Magelang ini, namun bingung mencari penjual, anda dapat langsung menuju ke warung yang terletak di jalan Tidar ini, Samping kiri Giant supermarket, kira-kira berjarak tempuh 10 menit dari pusat kota (alun-alun) dan warung ini buka setiap hari kecuali pas hari lebaran. (eko) 

Labels

  • Kuliner